Melawan kebusukan dengan kecerdasan dalam memilih Pemilih di negeri ini akan mendapat lima lembar kartu suara. Ada pemilihan presiden dan wakilnya, pemilihan anggota DPD, pemilihan DPR RI, pemilihan DPR Provinsi, dan pemilihan DPRD kabupaten/kota. Membayangkan jumlah surat suara saja kita sudah akan ribet. Padahal, dalam urusan menentukan hak pilih tak perlu ribet. Masuk TPS dan coblos. Namun, faktanya tak segampang itu. Banyak rakyat di negeri ini sudah dicekoki berbagai analogi. Persaingan tagar Ganti Presiden yang sedemikan panas belakangan ini tentu akan tambah mendidih menjelang Pilpres. Di daerah, persaingan antarcalon legislatif juga akan panas. Transaksi juga tetap berpotensi terjadi. Ini tentu bukan hal yang gampang dikelola jika rakyat di negeri ini tak diedukasi untuk mengelola pesta politik secara bijak. Rakyat harus dibina agar cerdas dalam berpolitik, agar politisi yang dipercaya nanti benar-benar paham dengan NKRI. Politisi dan media massa jangan terus mela...
Permasalahan-permasalahan moral yang terjadi semakin tak karuan, hujat menghujat, saling menyalahkan, saling menjatuhkan sudah tidak jarang lagi terjadi yang menjadikan Negara ini buta akan nilai Pancasila itu sendiri. Dalam hal ini kita selaku anak bangsa menyadari bahwa hal ini dapat dibenahi melalui penghayatan yang lebih terhadap Pancasila itu sendiri agar dapat menjalankan nilai-nilai dari Pancasila itu sendiri dalam kehidupan berbangsa.