Skip to main content

Stop Pembodohan

SAYA SUDAH BODOH !
Mengapa demikian ?
Melihat kejadian sekarang ini sebagian masyarakat banyak memilih pemimpin fleksibel akan peraturan yang dicanangkan oleh pemerintah itu sendiri, terlebih dalam hal memillih pemimpin negeri ini. 
Gambar Ilustrasi

kebanyakan masyrakat lebih memilih pemimpin yang lebih menguntungkan dirinya sendiri atau lebih mengedepankan pekerjaan dengan mempermudah segala urusan melalui pemimpin yang fleksibel atau dengan kata lain sebagai faktor jasa imbalan, ketika sipemilih telah memilih sang politikus maka sipemilih akan mendapatkan suatu kebodohan.
Apa itu kebodohannya ?
Kebodohannya ialah sipemilih akan mendapatkan janji-janji busuk yang tidak masuk akal, tidak mementingkan bagaimana negeri ini dimasa depan yang akan datang. kambali kita berpikir mengenai GENERASI yang dipimpin oleh pemimpin yang bertolak belakang dengan kemajuan negeri ini. melihat sifat politikus pada saat ini yang secara tidak langsung memelihara masyarakat bodoh untuk kepentingan pribadinya. dimulai dari janji kampanye yang tidak masuk akal yang katanya untuk memajukan negeri sehingga masyarakat bodohpun mengagungkannya malah bertolak belakang. nyatanya para calon pemimpin malah ''mengangkangi rakyat-rakyat yang kurang mampu untuk berpikir luas yang pada akhirnya akan dianggap menjadi lebih maju pada orang-orang bodoh''. coba saja kita lihat kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pemimpin itu sendiri bahkan lebih menurun dari kebijakan pemimpin yang sebelumnya.
mungkin dalam pikiran para pemilih pemimpin adalah bagaimana seorang pemimpin mempunyai rumput yang hijau sehingga memudahkan dan mengindahkan apa yang telah menjadi  keinginannya tanpa berpikir panjang dan rasional.
hal ini sungguh miris sekali karena semakin minimnya pemikiran masyarakat.
Lantas bagaimana pendapat kita ?
tunggu apa lagi ?
Generasi muda seharusnya teriakkan dan tuangkan pemikiran kita untuk membuka pemikiran kaum awam. coba kita bayangkan jika negeri ini dipimpin oleh pejabat daerah yang tidak lain malah memelihara rakyat bodoh dan membodohi rakyat. bicara perkembangan, memang sudah seharusnya negeri ini berkembang dari era reformasi sampai sekarang ini bisa dihitung sudah 25 tahun lebih.
apa kita tinggal diam saja ?
tentu tidak. yang terpenting adalah bagaimana kita memilah pemimpin yang dituntut untuk memajukan negeri ini. janji kampanye dan latar belakang mungkin sudah cukup untuk kita berpikir secara logika sehingga kemudian mampu menjadikan negeri ini selangkah lebih baik dari pada negara-negara lain.
sudah muak dengan janji kampanye !
yah, mungkin diantara kita sudah lebih cukup melihat dan mendengar janji-janji palsu oleh pejabat yang nyatanya malah bertolak belakang.
belakangan ini sering terjadi perbedaan pendapat antar rakyat. perdebatan yang dibahaspun tidak jauh dari paradigma pejabat-pejabat dinegeri ini yang tanpa disadari masyarakat sudah terlena dengan hal yang seperti ini. permainan politikus sudah dimulai yang tidak lain masyarakatlah menjadi korban politik kotor dari pada sang politikus tersebut.
''saya sudah bodoh''. yah. mungkin ini kata yang tepat untuk mengingat kejadian yang lampau dimana pada waktu itu salah memilih pemimpin yang hanya berpikir tentang janji-janji kampanye. dan kali ini saya akan mencoba untuk "tidak menjadi bodoh kembali".
dalam hal pemilihan kali ini saya akan mencoba untuk memilih pemimpin yang benar-benar menjalankan amanah hati rakyat banyak serta fungsinya untuk kepentingan bangsa kearah yang lebih baik lagi. berpikir secara luas dan mengingat untuk kepentingan bangsa ini dan masa depannya mungkin ini sudah cukup..

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal gaya kepemimpinan

Ketika orang-orang menginginkan demokratis. Demokratis itu perlu, ditambah lagi dengan masalah-maaalah yang timbul belakangan ini. Sebahagian besar sudut pandang masyarakat terfokus pada pemimpinnya itu sendiri, bagaimana seorang pemimpin meenjadi nahkoda yang siap untuk mempengaruhi banyak orang juga mengembangkan potensi, bakat dari orang2 yang didalamnya. Menilik sedikit tentang demokratis sangat berkaitan erat dengan kegiatan partisipan dan bebasnya mengemukakan pendapat atau ide2. Hal ini yang mengacu pada revolusi mental orang2 yang berada didalamnya tanpa sebuah tekanan, Berani mengemukakan pendapat adalah hal yang wajar demi kemajuan wadah tsbt. Persoalan kepemimpinan memberikan kesan yan menarik. Oleh karena itu permasalahan kepemimpinan merupakan topik yang menarik dan dapat dimulai dari sudut mana saja bahkan dari waktu kewaktu menjadi perhatian menusia. Ada yang berpendapat bahwa masalah kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kele...
"POLITIKUS SEPERTI KOKI" Tahun politik sekarang sudah tidak sehat.  Politikus sudah gemar menjadi koki yang siap menggoreng dengan berbagai bumbu, sekalipun bumbu micin yang digunakan, ia tidak peduli walau tahu micin dapat mempengaruhi kesehatan tubuh bagi para penikmat masakan sang koki. Gambar ilustrasi Sama halnya dengan situasi sekarang ini, dimana saat tahun politik menjadi ajang perlombaan masakan siapa yang paling nikmat. Chef dan koki menjadi peran utama dalam pemenangan, berbagai cara yang dianggap mampu memenangkan perlombaan, mereka dituntut untuk memberikan masakan ternikmat, sekalipun mereka memberikan isu agama, isu pembohongan publik sehingga menjadi pemecah belah bangsa.. Dalam alam politik sebenarnya tidak ada yang namanya persaudaraan, kekeluargaan, dan kemanusiaan yang utuh, yang ada dalam politik ialah bagaimana cara merebut kekuasaan dan kemenangan. Politik hanya sebagai permainan dinamis, sudah tidak sewajarnya bila kita mengikuti alur poli...

MENOLAK LUPA PERAN MAHASISWA DAN PENTINGNYA BERPIKIR RASIONAL PERSPEKTIF LUAS

MENOLAK LUPA PERAN MAHASISWA DAN PENTINGNYA BERPIKIR RASIONAL PERSPEKTIF LUAS Mahasiswa dapat dikatakan sebagai penerus bangsa. mereka dalam dewasa ini dipercaya untuk menjadikan bangsa lebih maju kedepan. Namun, kepercayaan itu tidaklah berarti apa-apa jika mahasiswa tidak dapat mengendalikannya dalam pemikiran perspektif luas, baik secara intelektual, kecerdasan emosional, dan lain-lain. Bicara soal intelektual mahasiswa menjadikannya sebagai pedoman untuk melakukan suatu hal yang sesuai dengan menggunakan pengetahuannya yang senantiasa turut berpikir dan mengembangkannya serta menyumbangkan gagasan itu sndiri demi kemajuan masyarakat banyak, mahasiswa juga dituntut untuk ketajaman berpikir agar dapat mengkaji segala perkara dalam kehidupan manusia, terutama dimana mahasiswa itu hadir untuk merealisasikannya, lebih dari itu seorang mahasiswa intelektual juga harus mengetahui kebenarannya sehingga dapat memperjuangkan sekalipun mendapati tekanan serta ancaman, yang kemudian ...