Skip to main content
PANDANGAN SEORANG AKTIVIS


Hasil gambar untuk IDE DIBUNGKAM
Dewasa ini, seiring berjalannya hari demi hari semakin dekat dengan ketidak mengertinya saya dengan kampus saya sendiri, merasakan diri lain dari pada yang lain. Gelisah, ini kata yang tepat untuk mengapresiasikan perasaan saya saat ini. Kewajiban akan seorang mahasiswa telah dirampas oleh petinggi-petinggi dan pembungkaman ide, serta pola pikir diiringi dengan kawan-kawan mahasiswa lain yang tidak mau ambil pusing dengan situasi seperti ini terhadap permasalahan yang terjadi dan tanpa disadari dari hal ini akan timbul permasalahan yang akan merugikan banyak mahasiswa lain yang mengenyam pendidikan, inilah sebabnya hingga saat ini saya semakin gelisah dan dirundung rasa takut dan gelisah.
Saya semakin bingung dengan kondisi sekarang ini.
Prihatin dan sangat sakit liat kondisi seperti ini. Ditambah lagi kawan-kawan yang tidak mau ambil pusing tentang masalah yang menimpa dirinya terlebih terhadap sebahagian mahasiswa banyak. Yang kemudian membuat diriku semakin dirundung oleh beban yang masih memperjuangkan hak sebagai mahasiswa
Terlintas dibenak pikiran, ada apa dengan pemikiran kawan-kawan mahasiwa yang lain ?
Apakah mereka sudah lupa tentang hak mereka yang sudah dibungkam untuk lebih fokus terhadap akademis yang telah kampus ciptakan ?
atau mereka tidak tahu tentnag hak mereka ? beban inilah yang masih mengahntui para aktivis yang masih ingin memperjuangkan hak-hak mereka sebagai agen of change yang masih bergelut dengan perjuangan.
Saat melakukan aksi turun kejalan dilakukan hanya beberapa orang yang ikut memperjuangkan aspirasinya, sementara itu kawan-kawan yang lain hanya mempertontonkan aksi, tidak tahu apa yang dipikiran mereke, mereka hanya terpaku dengan diamnya. Rasa sedih terus mengiris hati melihat mereka yang hanya melihat-melihat saja saat aksi tersebut.
Sudah biasa ketika para pejuang selalu merasa sendiri akan hal yang namanya perjuangan. Marah, yah mungkin kata inilah yang tepat untuk mengutarakan perasaan ini, yang seharusnya merekalah yang diperjuangkan akan tetapi malah perjuangkan malah merekalah menjadi acuh tak acuh terhadap para pejuang. Akan tetapi dengan penuh pertimbangan dan hati nurani yang cukup, berpikir bahwa merekalah yang harus disadarkan sebelum jauh menjadi korban perbudakan. Meski itu berat, namun akan tetap dilakukan, tidak memandang seberapa besar dan kuat lawan tersebut.
Timbul pemikiran, bahwasannya untuk menjawab itu semua, adalah bagaimana mengajak kawan-kawan semua untuk ikut berpartisipasi dalam perjuangan, untuk mengambil peran dalam fungsi seorang mahasiswa yang artinya memiliki kekuatan intelektual untuk membongkar kebusukan dan pembungkaman ide dan aspirasi kawan-kawan mahasiswa yang kita anggap baik. Apa jadinya jika mahasiswa saat ini terpaku pada peraturan akademis yang secara tidak langsung akan menjadikan kampus sebagai penjara bagi mahasiswa.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal gaya kepemimpinan

Ketika orang-orang menginginkan demokratis. Demokratis itu perlu, ditambah lagi dengan masalah-maaalah yang timbul belakangan ini. Sebahagian besar sudut pandang masyarakat terfokus pada pemimpinnya itu sendiri, bagaimana seorang pemimpin meenjadi nahkoda yang siap untuk mempengaruhi banyak orang juga mengembangkan potensi, bakat dari orang2 yang didalamnya. Menilik sedikit tentang demokratis sangat berkaitan erat dengan kegiatan partisipan dan bebasnya mengemukakan pendapat atau ide2. Hal ini yang mengacu pada revolusi mental orang2 yang berada didalamnya tanpa sebuah tekanan, Berani mengemukakan pendapat adalah hal yang wajar demi kemajuan wadah tsbt. Persoalan kepemimpinan memberikan kesan yan menarik. Oleh karena itu permasalahan kepemimpinan merupakan topik yang menarik dan dapat dimulai dari sudut mana saja bahkan dari waktu kewaktu menjadi perhatian menusia. Ada yang berpendapat bahwa masalah kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kele...
"POLITIKUS SEPERTI KOKI" Tahun politik sekarang sudah tidak sehat.  Politikus sudah gemar menjadi koki yang siap menggoreng dengan berbagai bumbu, sekalipun bumbu micin yang digunakan, ia tidak peduli walau tahu micin dapat mempengaruhi kesehatan tubuh bagi para penikmat masakan sang koki. Gambar ilustrasi Sama halnya dengan situasi sekarang ini, dimana saat tahun politik menjadi ajang perlombaan masakan siapa yang paling nikmat. Chef dan koki menjadi peran utama dalam pemenangan, berbagai cara yang dianggap mampu memenangkan perlombaan, mereka dituntut untuk memberikan masakan ternikmat, sekalipun mereka memberikan isu agama, isu pembohongan publik sehingga menjadi pemecah belah bangsa.. Dalam alam politik sebenarnya tidak ada yang namanya persaudaraan, kekeluargaan, dan kemanusiaan yang utuh, yang ada dalam politik ialah bagaimana cara merebut kekuasaan dan kemenangan. Politik hanya sebagai permainan dinamis, sudah tidak sewajarnya bila kita mengikuti alur poli...

MENOLAK LUPA PERAN MAHASISWA DAN PENTINGNYA BERPIKIR RASIONAL PERSPEKTIF LUAS

MENOLAK LUPA PERAN MAHASISWA DAN PENTINGNYA BERPIKIR RASIONAL PERSPEKTIF LUAS Mahasiswa dapat dikatakan sebagai penerus bangsa. mereka dalam dewasa ini dipercaya untuk menjadikan bangsa lebih maju kedepan. Namun, kepercayaan itu tidaklah berarti apa-apa jika mahasiswa tidak dapat mengendalikannya dalam pemikiran perspektif luas, baik secara intelektual, kecerdasan emosional, dan lain-lain. Bicara soal intelektual mahasiswa menjadikannya sebagai pedoman untuk melakukan suatu hal yang sesuai dengan menggunakan pengetahuannya yang senantiasa turut berpikir dan mengembangkannya serta menyumbangkan gagasan itu sndiri demi kemajuan masyarakat banyak, mahasiswa juga dituntut untuk ketajaman berpikir agar dapat mengkaji segala perkara dalam kehidupan manusia, terutama dimana mahasiswa itu hadir untuk merealisasikannya, lebih dari itu seorang mahasiswa intelektual juga harus mengetahui kebenarannya sehingga dapat memperjuangkan sekalipun mendapati tekanan serta ancaman, yang kemudian ...