Skip to main content

Hijau Kotaku, Lestari alamku, Semangat Aktivitasku, Pekanbaru Kota Kita..


BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Saat ini pepohonan sebagai sumber dasar kayu semakin berkurang akibat bertambahnya jumlah penduduk yang membutuhkan kayu untuk berbagai macam kebutuhan hidup, serta berkembangnya pengetahuan manusia yang memanfaatkan pepohonan untuk berbagai macam kegunaan. Selain itu pepohonan sangat dibutuhkan oleh mahkluk hidup sebagai penyeimbang lingkungan. Maka dari itu kita harus melakukan penghijauan. Pengijauan dalam arti luas adalah segala daya upaya untuk memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan.
Penghijauan memiliki beberapa manfaat diantaranya sebagai paru-paru kota, dimana pada pertumbuhannya menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan untuk pernapasan makhluk hidup. Manfaat penghijauan yang lain adalah sebagai pengatur lingkungan, karena vegetasinya akan menimbulkan hawa lingkungan setempat yang sejuk dan nyaman.Selain itu, penghijauan juga dapat mengurangi polusi udara, vegetasinya dapat menyerap polutan tertentu serta dapat menyaring debu yang banyak kita temukan di udara Pekanbaru. Manfaat penghijauan yang terakhir adalah sebagai pencipta lingkungan hidup dalam istilah ilmu ekologis.Penghijauan dapat menciptakan ruang hidup bagi makhluk hidup di alam, memungkinkan terjadinya interaksi secara alamiah
Pekanbaru adalah salah satu kota metropolitan yang mempunyai populasi penduduk sangat padat, akibatnya lahan semakin dibutuhkan oleh penduduk sebagai bangunan tempat tinggal, perkantoran, jalan umum dan berbagai kebutuhan lainnya. Selain itu kendaraan bermotor yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat serta limbah pabrik dan sampah lebih banyak dihasilkan, sehingga meningkatkan karbon monoksida dan zat-zat lainnya, diantaranya adalah karbondioksida. Tanaman dapat mengubah karbondioksida menjadi oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk pernapasan melalui proses fotosintetis. Maka dari itu banyaknya tanaman atau pepohonan akan mengurangi polusi udara. Oleh karena itu penghijauan di kota Pekanbaru sangat diperlukan.

 Hasil gambar untuk menanam pohon dikota pekanbaru








1.2  Tujuan Khusus
1.            Menerapkan sistem penghijauan kota secara efektif dan efisien.
2.            Meningkatkan fungsi lahan dalam menerapkan penghijauan kota.
3.            Merubah pola pikir masyarakat dalam hal meningkatkan penghijauan dalam kota.
1.3  Manfaat Penelitian
a.       Adanya perbaikan sistem pengelolaan lahan kota.
b.      Terciptanya lingkungan Kota pekanbaru yang sejuk dan rindang.
c.       Meningkatnya status sosial masyarakat.

BAB 2. GAGASAN

2.1  Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan
Pekanbaru sebagai ibu kota riau tentu memiliki banyak aktivitas yang dilakukan oleh masyarakatnya, mulai dari bekerja, berbisnis serta menempuh  jengjang pendidikan. Hal ini membuat beberapa masyarakat yang kurang peduli dengan kegiatan penghijauan tersebut dikarena kesibukan beberapa kegiatan yang diemban.
Kota pekan baru memiliki hutan kota yang tersebar di beberapa wilayah seperti, jl. Arifin achmad, jl. Diponogoro V (hutan kota), jl. Diponogro (taman kota) dan dikawasan Universitas Riau (Sience Park). Akan tetapi dalam penerapan sistem ini masih banyak kejanggalan yang didapatkan, yaitu mengenai lokasi dari pepohonan yang kurang strategis. Lokasi penghijaun seharusnya diletakkan ditepi jalan, tetapi kondisi di pekanbaru masih banyak pohon yang berada di pinggiran jalan seperti di Jl. Jend. Sudirman yang dekat dengan lampu rambu-rambu lalu lintas.
Dalam segi manusia, masyarakat pekanbaru masih kurang menyadari akan kurangnya pepohonan yang berada ditepi jalan sehingga saat melewati salah satu jalan-jalan yang berada dikota pekanbaru contohnya yaitu daerah panam yang sangat panas akan teriknya matahari ketika melewatinya disiang hari.
.Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa proses penghijauan di pekanbaru masih kurang efektif, masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap proses penhijauan itu sendiri demi terciptanaya kota Pekanbaru yang sejuk, dan rindang.


2.2  Solusi yang Pernah Diterapkan
Solusi yang pernah diterapkan untuk menangani permasalahan sampah di pekanbaru adalah memaksimalkan program penghijauan kota dengan dinas pertanian kota Pekanbaru. Dinas Pertanian itu adalah  tempat pengelolahan bibit-bibit pohon yang siap untuk ditanam.
Jadi jika dinas pertanian tegas dalam mengarahkan masyarakat untuk menanam pohon ditepi jalan, kita dapat menikmati kota yang sejuk

2.3    Rancangan Implementasi Gagasan
Gagasan yang diajukan yaitu penerapan sistem penghijauan kota dengan pemberdayaan. Penerapan sistem ini berupa cara menciptakan penghijauan kota yang efektif dan efisien. Dengan banyaknya pohon dipinggir jalan yang ada akan menciptakan suasana kota yang rindang dan sejuk di pekanbaru sehingga gagasan ini akan sangat membantu dalam penghijauan di pekanbaru.
Pada hakekatnya, sosialisasi merupakan penyampaian informasi dengan melipat gandakan
pihak-pihak penerima pesan (receiver) yang dalam hal ini adalah publik, dimana publik yang terdiri dari banyak individu yang memiliki skala intelektualitas berbeda. Sebagai contoh,seseorang yang berpendidikan sekolah dasar dengan universitas tentu saja berbeda dalam menanggapi sosialisasi tentang informasi Perda.
Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kegiatan sosialisasi dibedakan dari kegiatan komunikasi antar personal (inter personal communication), dimana komunikasi antar personal merupakan proses penyampaian informasi, gagasan dan sikap dari seseorang kepada
orang lain.
Sosialisasi merupakan suatu cara memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat, jika sosialisasi tidak mampu diberikan secara optimal maka dampaknya masyarakat tidak akan peduli dan tidak akan ikut berpartisipasi. sama halnya dengan masih kurangnya sosialisasi yang diberikan Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini sehingga tidak mampu merangkul masyarakat untuk mampu berpartisipasi dalam segala kegitan pemeliharaan maupun peningkatan Ruang Terbuka Hijau.

2.4         Pihak yang Terlibat dalam Implementasi Gagasan
Diperlukan pihak-pihak terkait untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan dan pengolahan penghijauan. Pemerintah Kota pekanbaru merupakan instansi kepemerintahan yang merencanakan, memutuskan, mengatur, dan mengelola segala aktivitas yang ada di Kota pekanbaru termasuk permasalahan penghijauan. Nantinya Pemerintah berperan sebagai penanggungjawab, penyedia dana, dan fasilitas penunjang kegiatan, serta merumuskan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pengolahan penghijauan. Dinas Pertanian kota pekanbaru bertugas sebagai pelaksana teknis yang akan mengontrol kegiatan penghijauan.
Civitas akademik sebagai pelaku riset yang akan mengadakan kegiatan keilmiahan. Kegiatan keilmiahan ditujukan untuk kegiatan penghijauan. Civitas akademik juga turut serta dalam mensosialisasikan konsep 3R kepada masyarakat. Masyarakat sebagai pelaku utama. “Penggerak” sampah yang berperan besar dalam penghijauan. Masyarakat nantinya berpartisipasi untuk mengendalikan penghijauan.

2.5         Langkah Strategis Implementasi Gagasan
Langkah-langkah strategis diperlukan sebagai kerangka atau acuan pelaksanaan kegiatan dari sistem penghijauan. Hal ini harus dimulai dari pemerintah dengan mempersiapkan segala keperluan yang akan diperlukan dalam penhijauan. Kemudian sosialisasi adalah suatu keharusan untuk dilakasanak, karena akan sia-sia seluruh persiapan yang dilakukan pemerintah jika masyarakat tidak mengerti dalam proses penghijauan.
Kemudian sosialisasi merupakan suatu cara memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat, jika sosialisasi tidak mampu diberikan secara optimal maka dampaknya masyarakat tidak akan peduli dan tidak akan ikut berpartisipasi. sama halnya dengan masih kurangnya sosialisasi yang diberikan Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini sehingga tidak mampu merangkul masyarakat untuk mampu berpartisipasi dalam segala kegitan pemeliharaan maupun peningkatan Ruang Terbuka Hijau.

BAB 3. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan oleh peneliti dari uraian bab sebelumnya mengenai Strategi Pemerintah Kota Pekanbaru Dalam Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Pekanbaru, maka diperoleh kesimpulan bahwa Strategi yang dikembangkan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru belum berjalan efektif. hal ini dapat dilihat dari belum dimaksimalkannya programprogram dan perencanaan yang ada untuk meningkatkan Ruang Terbuka Hijau, belum maksimalnya penerapan peraturan dan regulasi kebijakan lingkungan hidup di bidang kawasan Ruang Terbuka Hijau yang menyebabkan strategi yang dilaksanakan tidak dapat berjalan secara efektif. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap strategi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru ditemukan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu Sumber Daya Manusia yang ada pada organisasi tersebut jumlahnya masih kurang dan kualitas Sumber Daya Manusianya perli ditingkatkan, sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat belum berjalan secara optimal yang menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan peningkatan Ruang Terbuka Hijau, inovasi yang dilakukan sudah ada namun dalam pelaksanaannya belum mampu direalisasikan dengan baik dan hanya berupa wacana saja, dan juga koordinasi antara berbagai instansi yang terkait dengan Ruang Terbuka Hijau masih kurang sehingga strategi yang dilaksanakan belum mampu berjalan secara optimal.

Comments

Popular posts from this blog

Stop Pembodohan

SAYA SUDAH BODOH ! Mengapa demikian ? Melihat kejadian sekarang ini sebagian masyarakat banyak memilih pemimpin fleksibel akan peraturan yang dicanangkan oleh pemerintah itu sendiri, terlebih dalam hal memillih pemimpin negeri ini.  Gambar Ilustrasi kebanyakan masyrakat lebih memilih pemimpin yang lebih menguntungkan dirinya sendiri atau lebih mengedepankan pekerjaan dengan mempermudah segala urusan melalui pemimpin yang fleksibel atau dengan kata lain sebagai faktor jasa imbalan, ketika sipemilih telah memilih sang politikus maka sipemilih akan mendapatkan suatu kebodohan. Apa itu kebodohannya ? Kebodohannya ialah sipemilih akan mendapatkan janji-janji busuk yang tidak masuk akal, tidak mementingkan bagaimana negeri ini dimasa depan yang akan datang. kambali kita berpikir mengenai GENERASI yang dipimpin oleh pemimpin yang bertolak belakang dengan kemajuan negeri ini. melihat sifat politikus pada saat ini yang secara tidak langsung memelihara masyarakat bodoh unt...

Melawan kebusukan dengan kecerdasan dalam memilih

Melawan kebusukan dengan kecerdasan dalam memilih Pemilih di negeri ini akan mendapat lima lembar kartu suara. Ada pemilihan presiden dan wakilnya, pemilihan anggota DPD, pemilihan DPR RI, pemilihan DPR Provinsi, dan pemilihan DPRD kabupaten/kota. Membayangkan jumlah surat suara saja kita sudah akan ribet. Padahal, dalam urusan menentukan hak pilih tak perlu ribet. Masuk TPS dan coblos. Namun, faktanya tak segampang itu. Banyak rakyat di negeri ini sudah dicekoki berbagai analogi. Persaingan tagar Ganti Presiden yang sedemikan panas belakangan ini tentu akan tambah mendidih menjelang Pilpres. Di daerah, persaingan antarcalon legislatif juga akan panas. Transaksi juga tetap berpotensi terjadi. Ini tentu bukan hal yang gampang dikelola jika rakyat di negeri ini tak diedukasi untuk mengelola pesta politik secara bijak. Rakyat harus dibina agar cerdas dalam berpolitik, agar politisi yang dipercaya nanti benar-benar paham dengan NKRI. Politisi dan media massa jangan terus mela...

Mengenal gaya kepemimpinan

Ketika orang-orang menginginkan demokratis. Demokratis itu perlu, ditambah lagi dengan masalah-maaalah yang timbul belakangan ini. Sebahagian besar sudut pandang masyarakat terfokus pada pemimpinnya itu sendiri, bagaimana seorang pemimpin meenjadi nahkoda yang siap untuk mempengaruhi banyak orang juga mengembangkan potensi, bakat dari orang2 yang didalamnya. Menilik sedikit tentang demokratis sangat berkaitan erat dengan kegiatan partisipan dan bebasnya mengemukakan pendapat atau ide2. Hal ini yang mengacu pada revolusi mental orang2 yang berada didalamnya tanpa sebuah tekanan, Berani mengemukakan pendapat adalah hal yang wajar demi kemajuan wadah tsbt. Persoalan kepemimpinan memberikan kesan yan menarik. Oleh karena itu permasalahan kepemimpinan merupakan topik yang menarik dan dapat dimulai dari sudut mana saja bahkan dari waktu kewaktu menjadi perhatian menusia. Ada yang berpendapat bahwa masalah kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kele...