KINI
TEMPAT IBADAHKU BERPARTISIPASI DALAM GERAKAN POLITIK
Dalam
musim politik pada saat ini, dapat dikatakan sangat tidak wajar diNegeri ini
Tidak
wajarnya pada kegiatan politik belakangan ini dikarenakan rumah ibadah yang suci kini telah
dijadikan suatu alat untuk mempermudah segala urusan politik kotor dengan masuk
keranah rumah ibadah
Rumah
ibadah yang kita kenal sebagai urusan kita dengan Tuhan dan tempat dimana kita
dapat menenangkan diri kini menjadi porak poranda dengan cacian antar manusia dengan
penyalahgunaan ayat-ayat suci keagamaan demi menaikkan suatu politikus
tersebut.
Terhenyu
melihatnya. Bagaimana tidak, rumah ibadah yang dikenal sebagai tempat untuk
mencari ketenangan kini telah terkontaminasi dengan kegiatan politik yang secara
tidak langsung ikut menjadikan perpecahan antar umat beragama dikarenakan berbeda
pandangan dengan calonnya yang tidak lagi membicarakan kepentingan beragama.
Melihat
kejadian itu saya resah, dimana telah menyaksikan secara langsung kegiatan
politik yang tabur menabur uang itu. Apalagi dengan pernyataan tempat ibadah
itu sendiri dalam mendukung salah satu calon itu.
Tidak
masuk akal, yah mungkin ini kata yang tepat untuk mengekspresikan keresahan itu
bagaimana agama dan politik itu disatukan. Saya memandang jelas yang seharusnya
politik dan agama itu tidak bisa disatukan karena dalam hakikatnya politik dan
agama itu dipisahkan. Jika digabungkan, maka politik akan menjadi radikal,
karena jika oposisi, maka ia akan disingkirkan dalam mengatas namakan agama.
Pemikiran
orang-orang yang haus dengan kekuasaan ini yang tidak mampu bersaing yang
akhirnya menjadikan agama sebagai alat politiknya. Mereka terus-menerus
memanfaatkan rumah ibadah sebagai ajang politik kotor mereka.
Mereka
yang menjadikan tempat ibadah sebagai ranah politik harus dapat kita lawan,
demi menjaga kesatuan antar umat beragama dan kesatuan Negera ini.
Sudah
seharusnya berpikir luas dengan mengatas namakan Cinta Tanah Air.

Comments
Post a Comment