Skip to main content

Ketika Politikus Mengangkangi Manusia


Ketika Politikus Mengangkangi Manusia


Dalam opini ini, saya akan memandang tentang krisis kemanusiaan. Terkhusus dalam penerapan pola pikir dan ambisi kekuasaan dalam Negara. Lebih terkhusus lagi dalam lingkungan kampus. Kampus yang dikenal sebagai tempat bagi mahasiswa yang dewasanya untuk membawa perubahan dalam bernegara kearah yang lebih baik kini menjadi lahan untuk memenangkan politik.
Manusia yang dianggap seperti rakyat yang selalu menuntut keadilan, kapankah keadilan itu ada ?. sekarang kita hidup dalam berbagai konflik sosial politik yang semakin memburuk. Kejadian seperti ini yang menjadi sumber perpecahan. Pada akhirnya, menciptakan manusia yang membenarkan bagaimana cara bertahan dan cara berpikir dalam melihat situasi. Situasi seperti ini membuat manusia yang menghalalkan segala cara dan saling menyakiti. Semua itu bermula dari sengketa pemikiran, ideologi, serta didrorong dalam tabiat manusia yang haus akan kekuasaan. Keinginan manusia yang mengabil sebagai politikus mendorong kita untuk ikut merealisasikan kekuasaan itu. Bahkan, perpecahan sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah bagi politik kotornya dan dipandang sebagai bagian dari revolusi.
Hasil gambar untuk gambar politik mengangkangi
Gambar Ilustrasi
Untuk semua agenda ini politikus tak segan menjual nama Tuhan, kesucian nama-Nya diecer atas nama perdamaian. Demi perang membawa damai, simbol-Nya seperti dipelacurkan dan itu sudah biasa.
Bukan hanya itu, pemikiran rakyat awampun seolah menjadi kambing hitam dalam daya nalar sang politikus. Disamping itu, manusia yang menjadi korban, mereka adalah orang-orang yang termajinalisasi dari pemikiran sempitnya. Nalar politiknya sang politikus menghantam mereka dalam bahasa cerdiknya.
Justru mereka yang mengaku terpelajar dan mengaku arif bijaksanalah sebagai aktor yang dinamakan politikus.

Comments

Popular posts from this blog

Stop Pembodohan

SAYA SUDAH BODOH ! Mengapa demikian ? Melihat kejadian sekarang ini sebagian masyarakat banyak memilih pemimpin fleksibel akan peraturan yang dicanangkan oleh pemerintah itu sendiri, terlebih dalam hal memillih pemimpin negeri ini.  Gambar Ilustrasi kebanyakan masyrakat lebih memilih pemimpin yang lebih menguntungkan dirinya sendiri atau lebih mengedepankan pekerjaan dengan mempermudah segala urusan melalui pemimpin yang fleksibel atau dengan kata lain sebagai faktor jasa imbalan, ketika sipemilih telah memilih sang politikus maka sipemilih akan mendapatkan suatu kebodohan. Apa itu kebodohannya ? Kebodohannya ialah sipemilih akan mendapatkan janji-janji busuk yang tidak masuk akal, tidak mementingkan bagaimana negeri ini dimasa depan yang akan datang. kambali kita berpikir mengenai GENERASI yang dipimpin oleh pemimpin yang bertolak belakang dengan kemajuan negeri ini. melihat sifat politikus pada saat ini yang secara tidak langsung memelihara masyarakat bodoh unt...

Melawan kebusukan dengan kecerdasan dalam memilih

Melawan kebusukan dengan kecerdasan dalam memilih Pemilih di negeri ini akan mendapat lima lembar kartu suara. Ada pemilihan presiden dan wakilnya, pemilihan anggota DPD, pemilihan DPR RI, pemilihan DPR Provinsi, dan pemilihan DPRD kabupaten/kota. Membayangkan jumlah surat suara saja kita sudah akan ribet. Padahal, dalam urusan menentukan hak pilih tak perlu ribet. Masuk TPS dan coblos. Namun, faktanya tak segampang itu. Banyak rakyat di negeri ini sudah dicekoki berbagai analogi. Persaingan tagar Ganti Presiden yang sedemikan panas belakangan ini tentu akan tambah mendidih menjelang Pilpres. Di daerah, persaingan antarcalon legislatif juga akan panas. Transaksi juga tetap berpotensi terjadi. Ini tentu bukan hal yang gampang dikelola jika rakyat di negeri ini tak diedukasi untuk mengelola pesta politik secara bijak. Rakyat harus dibina agar cerdas dalam berpolitik, agar politisi yang dipercaya nanti benar-benar paham dengan NKRI. Politisi dan media massa jangan terus mela...

Mengenal gaya kepemimpinan

Ketika orang-orang menginginkan demokratis. Demokratis itu perlu, ditambah lagi dengan masalah-maaalah yang timbul belakangan ini. Sebahagian besar sudut pandang masyarakat terfokus pada pemimpinnya itu sendiri, bagaimana seorang pemimpin meenjadi nahkoda yang siap untuk mempengaruhi banyak orang juga mengembangkan potensi, bakat dari orang2 yang didalamnya. Menilik sedikit tentang demokratis sangat berkaitan erat dengan kegiatan partisipan dan bebasnya mengemukakan pendapat atau ide2. Hal ini yang mengacu pada revolusi mental orang2 yang berada didalamnya tanpa sebuah tekanan, Berani mengemukakan pendapat adalah hal yang wajar demi kemajuan wadah tsbt. Persoalan kepemimpinan memberikan kesan yan menarik. Oleh karena itu permasalahan kepemimpinan merupakan topik yang menarik dan dapat dimulai dari sudut mana saja bahkan dari waktu kewaktu menjadi perhatian menusia. Ada yang berpendapat bahwa masalah kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kele...