"POLITIKUS SEPERTI KOKI"
Tahun politik sekarang sudah tidak sehat.
Politikus sudah gemar menjadi koki yang siap menggoreng dengan berbagai bumbu, sekalipun bumbu micin yang digunakan, ia tidak peduli walau tahu micin dapat mempengaruhi kesehatan tubuh bagi para penikmat masakan sang koki.
Sama halnya dengan situasi sekarang ini, dimana saat tahun politik menjadi ajang perlombaan masakan siapa yang paling nikmat. Chef dan koki menjadi peran utama dalam pemenangan, berbagai cara yang dianggap mampu memenangkan perlombaan, mereka dituntut untuk memberikan masakan ternikmat, sekalipun mereka memberikan isu agama, isu pembohongan publik sehingga menjadi pemecah belah bangsa..
Dalam alam politik sebenarnya tidak ada yang namanya persaudaraan, kekeluargaan, dan kemanusiaan yang utuh, yang ada dalam politik ialah bagaimana cara merebut kekuasaan dan kemenangan.
Politik hanya sebagai permainan dinamis, sudah tidak sewajarnya bila kita mengikuti alur politikus untuk ikut masuk kedalam kotak hitam yang mereka perbuat dengan melibatkan rakyat dan mengatasnamakan "rakyat harus dibela".
Sudah seharusnya kita Indonesia bermain dan bergembira tanpa peduli latar belakang suku, agama, ras dan antar golongan serta pilihan pilkada atau pilpres bapak ibunya..
Tahun politik sekarang sudah tidak sehat.
Politikus sudah gemar menjadi koki yang siap menggoreng dengan berbagai bumbu, sekalipun bumbu micin yang digunakan, ia tidak peduli walau tahu micin dapat mempengaruhi kesehatan tubuh bagi para penikmat masakan sang koki.
![]() |
| Gambar ilustrasi |
Sama halnya dengan situasi sekarang ini, dimana saat tahun politik menjadi ajang perlombaan masakan siapa yang paling nikmat. Chef dan koki menjadi peran utama dalam pemenangan, berbagai cara yang dianggap mampu memenangkan perlombaan, mereka dituntut untuk memberikan masakan ternikmat, sekalipun mereka memberikan isu agama, isu pembohongan publik sehingga menjadi pemecah belah bangsa..
Dalam alam politik sebenarnya tidak ada yang namanya persaudaraan, kekeluargaan, dan kemanusiaan yang utuh, yang ada dalam politik ialah bagaimana cara merebut kekuasaan dan kemenangan.
Politik hanya sebagai permainan dinamis, sudah tidak sewajarnya bila kita mengikuti alur politikus untuk ikut masuk kedalam kotak hitam yang mereka perbuat dengan melibatkan rakyat dan mengatasnamakan "rakyat harus dibela".
Sudah seharusnya kita Indonesia bermain dan bergembira tanpa peduli latar belakang suku, agama, ras dan antar golongan serta pilihan pilkada atau pilpres bapak ibunya..

Mantap le 👍👍
ReplyDeleteterimakasih le. pemahaman itu perlu le. wkwk
Delete