Skip to main content
"kerbau", yang hingga kini menjadi sumber filosofi dari kehidupan baik itu suku, daerah, adat, dsb.
Salah satu contohnya daerah sumatera barat khususnya suku minangkabau. Mengapa demikian ? Alkisah dahulu kala ranah pagaryuang yang berada disumatera barat mendapat ancaman dari salah satu kerajaan perkasa pulau jawa, namun ancaman itu dapat diredam dari warga desa pagaruyuang melalui diplomasi serta mengusulkan pergantian perang tersebut menjadi "adu kerbau" dengan maksud agar menghindari perang fisik. Kemudian kerajaan dari jawapun menyetujui permintaan warga minang kabau tersebut dengan menurunkan kerbau besar yang diperkirakan mampu mengalahkan kerbau dari minangkabau.
Berbeda dengan warga desa pagaruyuang itu sendiri, mereka lebih memilih anak kerbau kecil yang sudah lama tidak minum susu kemudian dipasang taji ditanduknya.
Saat dimulai pertarungan, anak kerbau itu mengejar susu kerbau besar itu yang dikira sebagai ibunya sehingga mengenai perut kerbau besar hingga mati terkena taji. Sejak kemenangan itu warga desa pagaruyuang memakai nama "minangkabau" yang berarti "menang dalam pertandingan kerbau" sebagai identitas budaya..

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal gaya kepemimpinan

Ketika orang-orang menginginkan demokratis. Demokratis itu perlu, ditambah lagi dengan masalah-maaalah yang timbul belakangan ini. Sebahagian besar sudut pandang masyarakat terfokus pada pemimpinnya itu sendiri, bagaimana seorang pemimpin meenjadi nahkoda yang siap untuk mempengaruhi banyak orang juga mengembangkan potensi, bakat dari orang2 yang didalamnya. Menilik sedikit tentang demokratis sangat berkaitan erat dengan kegiatan partisipan dan bebasnya mengemukakan pendapat atau ide2. Hal ini yang mengacu pada revolusi mental orang2 yang berada didalamnya tanpa sebuah tekanan, Berani mengemukakan pendapat adalah hal yang wajar demi kemajuan wadah tsbt. Persoalan kepemimpinan memberikan kesan yan menarik. Oleh karena itu permasalahan kepemimpinan merupakan topik yang menarik dan dapat dimulai dari sudut mana saja bahkan dari waktu kewaktu menjadi perhatian menusia. Ada yang berpendapat bahwa masalah kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kele...
"POLITIKUS SEPERTI KOKI" Tahun politik sekarang sudah tidak sehat.  Politikus sudah gemar menjadi koki yang siap menggoreng dengan berbagai bumbu, sekalipun bumbu micin yang digunakan, ia tidak peduli walau tahu micin dapat mempengaruhi kesehatan tubuh bagi para penikmat masakan sang koki. Gambar ilustrasi Sama halnya dengan situasi sekarang ini, dimana saat tahun politik menjadi ajang perlombaan masakan siapa yang paling nikmat. Chef dan koki menjadi peran utama dalam pemenangan, berbagai cara yang dianggap mampu memenangkan perlombaan, mereka dituntut untuk memberikan masakan ternikmat, sekalipun mereka memberikan isu agama, isu pembohongan publik sehingga menjadi pemecah belah bangsa.. Dalam alam politik sebenarnya tidak ada yang namanya persaudaraan, kekeluargaan, dan kemanusiaan yang utuh, yang ada dalam politik ialah bagaimana cara merebut kekuasaan dan kemenangan. Politik hanya sebagai permainan dinamis, sudah tidak sewajarnya bila kita mengikuti alur poli...

MENOLAK LUPA PERAN MAHASISWA DAN PENTINGNYA BERPIKIR RASIONAL PERSPEKTIF LUAS

MENOLAK LUPA PERAN MAHASISWA DAN PENTINGNYA BERPIKIR RASIONAL PERSPEKTIF LUAS Mahasiswa dapat dikatakan sebagai penerus bangsa. mereka dalam dewasa ini dipercaya untuk menjadikan bangsa lebih maju kedepan. Namun, kepercayaan itu tidaklah berarti apa-apa jika mahasiswa tidak dapat mengendalikannya dalam pemikiran perspektif luas, baik secara intelektual, kecerdasan emosional, dan lain-lain. Bicara soal intelektual mahasiswa menjadikannya sebagai pedoman untuk melakukan suatu hal yang sesuai dengan menggunakan pengetahuannya yang senantiasa turut berpikir dan mengembangkannya serta menyumbangkan gagasan itu sndiri demi kemajuan masyarakat banyak, mahasiswa juga dituntut untuk ketajaman berpikir agar dapat mengkaji segala perkara dalam kehidupan manusia, terutama dimana mahasiswa itu hadir untuk merealisasikannya, lebih dari itu seorang mahasiswa intelektual juga harus mengetahui kebenarannya sehingga dapat memperjuangkan sekalipun mendapati tekanan serta ancaman, yang kemudian ...